Jumat, 16 Desember 2011

Beda Kantor, Beda Kultur

Pindah dari satu kantor ke kantor yang lain sudah menjadi hal yang biasa. Namun bukan berarti anda bisa menyamakan kebiasaan di kantor lama dengan kantor baru. Agar tidak salah sikap, ada baiknya anda menyimak beberapa pemaparan berikut ini.

Memasuki lingkungan kerja baru berarti anda berusaha mengenal dan memperkenalkan diri. Agar pekerjaan ke depannya lancar, cobalah anda menimbulkan kesan yang baik dan sopan kepada teman teman kantor.

Pertama, jadilah orang yang ramah dan murah senyum. Berjumpa dengan orang baru tentu menimbulkan rasa sungkan atau gugup. Jangan sampai rasa gugup tersebut membuat anda diam saja dan bersikap tidak perduli dengan teman teman sekitar. Ubahlah sikap gugup tersebut dengan cara tersenyum kepada teman teman kantor anda.

Jangan lupa untuk menyapa setiap orang yang anda temui dikantor. Sapalah, baik itu teman seprofesi, maupun teman beda profesi, seperti bagian umum atau keamanan.

Kedua, jangan mengucilkan diri sendiri di kantor. Merasa sendiri di kantor yang baru memang wajar dirasakan sebagai karyawan yang baru masuk. Untuk mengatasinya, cobalah anda berkenalan dan mengajak bicara teman dikantor. Carilah waktu yang tepat untuk bicara dengan mereka, misalnya ketika jam makan siang. Jangan mengajak bicara mereka ketika jam sibuk kantor. Sebab mereka dapat merasa terganggu.

Ketiga, jadilah pribadi yang menyenangkan. Suasana kantor akan terasa nyaman dan menyenangkan jika ada sisipan humor yang menyegarkan didalamnya. Jadi jika situasinya memungkinkan, anda dapat bercanda dengan teman sekantor. Namun, ingat karena anda orang baru, sebaiknya bercanda sewajarnya dan tetap sopan. Jangan sampai bercanda yang terlalu berlebihan, anda jadi dimusuhi teman - teman sekantor.

Keempat, kenalilah lingkungan kantor anda yang baru. Jika anda bekerja di perusahaan yang biasa berpakaian resmi, gunakan pakaian  yang resmi juga, begitupun sebaliknya. Jadi, jangan sampai anda terlihat berbeda jauh dengan pakaian teman yang lain. Jangan lupa menggunakan parfum yang beraroma terlalu menyengat. Sebab, mungkin ada orang yang tidak menyukai aroma parfum anda.

Selamat Bekerja

Sumber : KOMPAS, 12 Desember 2011

Memasak sehat dengan Memanggang

Bagi kebanyakan orang, memanggang makanan menggunakan microwave dianggap menyulitkan karena memerlukan kehati-hatian. Namun, hal tersebut akan terbayar dengan hasil yang didapat. Memasak dengan microwave dapat mematangkan bahan makanan dengan cepat dan hampir semua jenis makanan dapat diolah dengan cara ini. Selain itu, teknik memanggang makanan merupakan salah satu cara memasak yang sehat dan dapat menekan tingkat kolesterol. 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memanggang agar menghasilkan makanan yang baik dan sehat. 

Pertama, atur letak makanan sesuai bentuknya. Makanan yang lebih tebal diletakkan pada bagian terluar wadah. Namun bila bahan makanan yang dimasukkan dalam alat pemanggang memiliki ketebalan rata, letakkan melingkar diatas wadah, dan biarkan bagian tengah kosong. 

Selanjutnya, untuk beberapa jenis makanan, perlu dilakukan perputaran wadah atau membalik bahan makanan agar tingkat kematangan di setiap bagian menjadi rata, misalnya pada bahan makanan daging, telur dan beberapa makanan lainnya. 

Perhatikan ukuran wadah makanan. Bahan makanan yang mengandugn susu cair, sereal, dan selai akan mengembang lebih besar bila dimasak dengan teknik seperti ini, dari pada dimasak biasa. Oleh karena itu, gunakan wadah yang lebih besar agar bahan makanan tidak meluap keluar. 

Beragam wadah dapat digunakan untuk memasak makanan di microwave asal tahan panas. Namun, sebaiknya hindari wadah berbahan besi karena sifat gelombang mikro yang tidak dapat menembus logam. 

Saat memanggang bahan makanan berupa daging sebaiknya dilapisi dengan alumunium foil, hal ini untuk mencegah terbakarnya daging yang berlemak. Sementara itu, untuk beberapa jenis makanan seperti telur, sayur atau hati sapi, hendaknya wadah dilubangi terlebih dahulu. Hal ini menjaga alat pemanggang tetap bersih dari semburan uap yang dikeluarkan tiba tiba. 

Jangan lupa memperhitungkan lamanya proses pemanggangan. Makanan yang dimasak dengan microwave akan tetap mengalami pemanasan sesaat setelah dikeluarkan, Oleh karena itu, perhitungkan waktu dengan benar agar makanan matang dengan optimal. 

- Happy Cooking - 

Sumber : KOMPAS, 7 Desember 2011